PANGKALAN BARU, BANGKA TENGAH – Sebanyak 143 orang petani muda (Milenial) dari Kabupaten Se-Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Petani Milenial, pada Kamis (26/9/2019) pagi, di Ballrom Gale-Gale, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Babel.
Kegiatan yang diprakarsasi oleh Dinas Pertanian Provinsi Babel, dibuka secara oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahaan, Hukum dan Politik Setda Babel Syahrudin.
Staf Ahli Bidang Pemerintahaan, Hukum dan Politik Setda Babel mengatakan, membangun sektor perkebunan di era revolusi industri 4.0 sangat penting, karena ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintergrasi dengan jaringan internet.
“Untuk itu, peran generasi muda sangat diperlukan untuk melakukan inovasi di sektor perkebunan, terutama pada komoditi unggulan di Bangka Belitung yaitu lada, karet dan kelapa sawit,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Ia mengharapkan dan mengajak, melalui Bimtek ini dapat menumbuhkembangkan petani-petani milenial di Provinsi Babel, yang mampu beradaptasi dengan revolusi pertanian 4.0, mengedepankan Sumber Daya Manusia yang aktif, dalam pemahaman teknologi digital, sehingga mampu mengindetifikasi dan memverifikasi inovasi teknologi, guna menjawab tantangan kebutuhan pangan dan persaingan global di masa mendatang.
“Saya mengajak anak muda Babel bangkit. Mari bersama menyiapkan dan menjadikan petani muda generasi milenial yang berdaya saing internasional, terutama dalam menghadapi tantangan pangsa ekspor di masa mendatang,” kutip Syahrudin.
Program petani milenial ini, Lajut Syahrudin, harus disinergikan dengan program-program lainnya, serta harus melibatkan semua unsur, baik itu unsur lembaga pendidikan, pemerintahan, swasta, elemen masyarakat termasuk orang tua.
“Mari melalui Bimtek ini, penuhi semangat dan pemikiran kreatif untuk menjadikan sektor petani sebagai pilihan profesi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan serta melahirkan petani-petani generasi muda yang profesional,” tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Bimtek Gerakan Petani Milenial, Harludin menjelaskan, kegiatan Bimtek Gerakan Petani milenial, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia pertanian, khususnya perkebunan.
Selain itu, untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia Pertanian yang profesional, mandiri dan beradaya saing serta mendukung Indonesia menjadi lumbung pangan di tahun 2014 dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. "Sasaran kegiatan ini para kelompok petani di wilayah Provinsi Babel," sebut dia.
Mengenai bimbingan teknis gerakan petani milenial ini, masih kata Haruldin, diikuti oleh 143 orang, yang terdiri dari 31 orang dari Kabupaten Bangka, 32 Orang dari Bangka Tengah, 40 orang dari Kabupaten Bangka Selatan, 30 Bangka Barat, 5 orang dari Belitung dan 5 orang dari Kabupaten Belitung Timur.
