PANGKALPINANG – Lagi, Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah, memimpin upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam penanggulangan Stunting yang terdapat di beberapa daerah di Babel.
Pembahasan Stunting melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penangulangan dan Penanganan Stunting yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kerja Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Lantai I Kantor Gubernur Babel, di Air Itam, Pangkalpinang, Kamis (5/4/2019) sore itu, diikuti sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diantaranya Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPMD, dan Kepala Dinas Pangan Babel.
Kepala Dinkes Babel, Mulyono, dalam paparannya diawal rapat menjelaskan, Stunting merupakan dimana kondisi gagal tumbuh pada Anak Balita, akibat dari kekurangan gizi, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.
Tujuan umum staregi nasional stunting, ditambahkan Mulyono, salah satunya memastikan pencegahan stunting menjadi prioritas pemerintah dan masyatakat di semua tingkatan. “Satu lagi, untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi dan mendorong ketahanan pangan,” tambah Mulyono.
Mulyono menyebutkan, hasil evaluasi program lintas sektoral terkait stunting oleh BPK Perwakilan Babel pada bulan Desember 2018, yaitu keterlibatan stakeholder dalam penangulangan stunting masih terbatas.
Setelah pemaparan, masing-masing Kepala OPD yang hadir melakukan singkronisasi data Stunting untuk disesuaikan tugas dan fungsi masing-masing OPD terkait.
Sementara itu, Wagub Abdul Fatah mengatakan, untuk saat ini, Pemprov Babel sedang melakuan proses akurasi data-data stunting dari masing-masing OPD mulai data stunting tingkat desa sampai per kabupaten.
“Data-data stunting yang memuat per Desa, per Kabupaten dan di muat kembali dalam data by name, by addres,” kata Wagub.
Setelah itu, Lanjut Wagub, data stunting tersebut akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait, sehingga mempercepat pengangulangan stunting tersebut.
“Kemudian kita lanjutkan mengenai masalah-masalah penguatan dan interpensi apa yang akan kita lakukan di masing-masing desa dan kemudian tangung jawab siapa iterpensi itu. Misalnya saja tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan atau tanggung jawab Dinas Sosial atau juga tanggung jawab Dinas Kesehatan. Jadi, kita percepat, sehingga memudahkan para pelaksana di lapangan,” ujar Wagub.
Dari data stunting tersebut, tutur Wagub, nantinya akan dilakukan Rakor Teknis OPD di Pemprov untuk membahas langkah-langkah pananganan dan penganggaran stunting.
“Dari hal tersebut, kita akan lakukan rapat kerja teknis untuk membahas rencana kerja anggaran, itu dilakukan untuk menginterpensi dari kegiatan-kegiatan pada waktu melakukan pencegahan Stunting dan penanganan Stunting,” tegas Wagub.
Wagub merencanakan rapat kerja teknis ini, akan dilakukan secepatnya. “Mudah-mudan rapat kerja teknisnya sudah bisa dilakukan di bulan April ini,” harapnya.
